• Home
  • DEVELOPMENT OF SMA TAMAN HARAPAN FROM 1968-2014 AND ITS CONTRIBUTION ON THE MULTIKULTURAL EDUCATION
DEVELOPMENT OF SMA TAMAN HARAPAN FROM 1968-2014 AND ITS CONTRIBUTION ON THE MULTIKULTURAL EDUCATION
Oleh admin Kategori : Informasi Dispoting pada 03 May 2016

Terimakasih kepada saudara Selvika Tiyo Handayani Mahasiswa Universitas Negeri Malang jurusan sejarah  yang sudah mengambil penelitian di SMA Taman Harapan, dengan menceritakan sejarah perkembangan SMA Taman Harapan dari rentang waktu 1968-2014 dengan mengikuti kurikulum dari orde lama-orde baru. SMA Taman Harapan Malang merupakan salah satu sekolah swasta dibawah Yayasan Pendidikan Taman Harapan yang didalamnya mempunyai beragam siswa yang berasal dari berbagai suku. Siswa SMA Taman Harapan terdiri dari berbagai macam etnis, suku, maupun agama. tidak hanya siswa yang beragam namun Guru-guru di SMA Taman Harapan juga beragam pula. Semua Hidup berdampingan secara damai tanpa ada pertentangan diantaranya, saling menghormati dan membantu tanpa membedakan satu dengan yang lainnya.

Dilihat dari sejarahnya SMA TAman Harapan berasal dari sekolah Tionghoa pertama yang ada dikota Malang, namun seiring dengan perkembangannya sekolah Tionghoa tersebut bertransformasi menjadi sekolah nasional yang menampung siswa tidak hanya satu etnis, suku maupun agama melainkan semua golongan dapat sekolah ditempat ini. Indonesia adalah bangsa yang majemuk, hal ini ditandai dengan benyaknya etnis, agama, bahasa, budaya, dan adat istiadat. Kemajemukan tersebut belakangan dikenal sebagai masyarakat multikultural (masyarakat yang anggotanya memiliki latar belakang budaya dan agama). seperti halnya SMA TAman Harapan yang memiliki siswa dari berbagai macam etnis, suku, dan agama.

Hasil Penelitian dari SMA Taman Harapan ini juga akan dibawa oleh Prof. Dr. Hariyono, M.Pd ke pemerintah pusat sebagai perwakilan lembaga pendidikan formal dan multikultural sekolah swasta yang ada di kota Malang. Dengan melihat banyaknya konflik yang terjadi pada masyarakat atas nama perbedaan etnis, suku, maupun agama yang sering terjadi bukanlah masalah kecil yang dihadapi oleh bangsa indonesia. sehingga dengan hasil penelitian dari SMA Taman Harapan ini menjadikan contoh bahwa sekolah sangat penting  dalam membentuk pribadi siswa melalui pendidikan multikultural. Sekolah multikultural seperti SMA Taman Harapan harus banyak didirikan di daerah-daerah yang rawan konflik, sehingga dapat mengurangi potensi terjadinya konflik antar suku, etnis maupun yang merebet pada masalah agama.

Kami sebagi Pihak Sekolah mengucapkan banyak terimakasih karena sudah mengangkat sekolah kami melalui hasil penelitian ini, dan kami juga masih menunggu hasil penelitian dari Ustad Anas Fauzie, M.Pd yang juga melakukan penelitian untuk jenjang program doktor tentang Implementasi Toleransi Siswa pada Lembaga Sekolah Multikultural Budaya dan Agama di SMA Taman Harapan Malang dan masih di uji cobakan juga di negara Belanda. Mudah-mudahan dengan hasil ini banyak siswa yang masuk sekolah SMA Taman Harapan tanpa takut karena menganggap sekolah sebagai sekolah etnis Tionghoa saja.